Bandungan, detikpapua— Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Jawa dan Bali (IPMNI DPW-IB) secara resmi menyampaikan Pernyataan dan Tuntutan Sikap hasil keputusan bersama 5 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dalam momentum Natal dan Seminar Se-Jawa dan Bali tahun 2025–2026 yang berlangsung di Bandungan, Jawa Tengah.
Dalam pernyataan tersebut, IPMNI DPW-IB menyoroti kondisi organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia (IPMNI) yang dinilai mengalami kevakuman struktural dan kepemimpinan sejak pelaksanaan Konferensi Nasional (KONAS) III di Bukit Soka, Salatiga, Jawa Tengah, pada tahun 2015. Hingga memasuki usia 10 tahun pasca-KONAS III, organisasi dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
IPMNI DPW-IB menilai kevakuman terjadi hampir di seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Badan Pengawas Organisasi Pusat (BPOP), hingga Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Barat (DPW-IB) dan Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur (DPW-IT). Kondisi ini mengakibatkan tidak adanya kontrol organisasi, lemahnya kaderisasi, serta terhambatnya regenerasi kepemimpinan generasi muda Nduga.
Berdasarkan keputusan KONAS III, DPW Indonesia Timur bersama DPC Jayapura ditetapkan sebagai panitia pelaksana dan tuan rumah Konferensi Nasional IV. Namun hingga memasuki tahun 2026, pelaksanaan KONAS IV tidak kunjung terealisasi dan dinilai tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh panitia.
“Kami melihat pentingnya penyelamatan generasi muda Nduga melalui organisasi IPMNI. Tanpa kepemimpinan yang jelas, organisasi berjalan tanpa roh dan tanpa kepala,” demikian pernyataan sikap IPMNI DPW-IB.
IPMNI DPW-IB menegaskan bahwa kevakuman organisasi berdampak serius terhadap masa depan sumber daya manusia Nduga. Banyak kader potensial tidak mendapatkan ruang untuk berkembang sebagai pemimpin dan agen perubahan, sehingga generasi muda Nduga semakin kesulitan menghadapi tantangan globalisasi.
Dalam pernyataan sikapnya, lima DPC IPMNI Wilayah Indonesia Barat secara tegas menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
-
Mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pertimbangan Organisasi Pusat (DPOP), Badan Pengawas Organisasi Pusat (BPOP), DPW-IT, DPW-IB, serta Panitia KONAS IV IPMNI agar segera bertanggung jawab dan memastikan Konferensi Nasional IV diselenggarakan dalam waktu sesingkat-singkatnya, terhitung Januari hingga Mei 2026.
-
Menuntut dengan tegas kepada Ketua Panitia KONAS IV, Frantinus Ubruangge, ST, untuk segera mempertanggungjawabkan dan melaksanakan KONAS IV yang telah vakum selama delapan tahun.
Pernyataan sikap ini diketahui oleh Badan Pengurus Harian (BPH) dan didukung oleh lima DPC IPMNI Wilayah Indonesia Barat, yakni:
-
DPC Semarang–Salatiga
-
DPC Yogyakarta
-
DPC Malang–Surabaya
-
DPC Bali
-
DPC Se-Jabodetabek
Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan komitmen IPMNI DPW-IB untuk terus memperjuangkan keberlangsungan organisasi demi masa depan generasi muda Nduga. (Red)
![]()

More Stories
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Pendidikan Gratis dan Motivasi Pelajar Lewat Bantuan Laptop
Wagub Papua Tengah Tekankan Loyalitas dan Disiplin ASN sebagai Kunci Pembangunan Daerah
Mahasiswa dan Masyarakat Paniai Gelar Aksi Jilid II, Tolak DOB, Tambang, dan Militer