20 Januari 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

IPMADO: Usut tuntas 5 penembakan warga Sipil, tolak Pemekaran Kabupaten Mapia

Nabire, DETIKPAPUA.com – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO kota Studi Nabire, Papua Tengah menyatakan orang tidak di kenal (OTK) melempar batu ke pos polisi namun polisi tidak mengejar pelaku pelemparan tetapi polisi melakukan tindakan brutal di pemukiman warga sipil di kampung kimupugi, distrik kamuu, kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah pada 23 Mei 2025 lalu.

Hal itu di tegaskan Okto Bouya perwakilan IPMADO kota Studi Nabire dalam pembacaan jumpa pers yang di kutib media ini di Nabire, Papua Tengah, Sabtu 31/5/2025.

Ia menjelaskan penembakan brutal tersebut di permukaan warga hingga mengorbankan 5 warga tersebut adalah, 1. Marthen Tebai (15) (Kena peluruh tima di betis) 2. Pios Waine (13) (kena peluruh tima di dada) 3. Nopentus Tebai (13) (kena peluruh di telinga) 4. Deserius Tebai (12) (kena peluruh di betis) 5. Feri Tibakoto (16) (kena peluru di perut).

Selanjutnya, kata dia, Di Nabire.Net Kapolres Dogiyai Kompol Y. Mince Mayor, S.H., mengakui bahwa tidak ada korban penembakan terhadap warga sipil di Dogiyai pada 23 Mei 2025 setelah beberapa hari kemudian media lokal Nabire.Net mencabut berita tersebut,” katanya.

PERNYATAAN SIKAP

1. Gabungan TNI-Polri di Dogiyai segera ungkap pelaku pelemparan ke pos polisi pasar lama Moanemani.

2. Kapolres Dogiyai segera bertangungjawab terhadap penembakan 5 warga sipil di kampung kimupugi, distrik kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. 

3. Kapolres Dogiyai segera bertangungjawab atas berta bohong kepada publik yang di lakukan melalui media lokal Nabire.Net. yang di muat tentang judulnya, tidak ada penembakan terhadap warga sipil di Dogiyai pada tanggal 23 Mei 2025. 

4. Pimpinan redaksi Nabire.Net segera memberikan Penjelasan pencabutan berita ibu Kapolres Dogiyai terkait tidak ada penembakan warga sipil di Dogiyai pada tanggal 23 Mei 2025. 

Okto menegaskan, cabut Pemekaran daerah otonomi DOB Kabupaten Mapia Raya.

“Dan tolak operasi tambang emas di weilan serta tolak rencana operasi tambang batu bara,” tegas Okto. (*)

Loading

Facebook Comments Box