15 September 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Intelektual Muda Maybrat Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Aifat Timur Tengah

DETIKPAPUA.COM: Maybrat – Intelektual Muda Maybrat, khususnya dari wilayah Aifat Raya, Ronal Assem, mengecam peristiwa penembakan terhadap tiga warga sipil di wilayah Muara Aifam/Kamundan, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI pada Kamis (13/8/2026).

Ronal menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan pada Jumat (14/8/2026). Ia mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa warga sipil di tengah upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Maybrat.

“Saya selaku intelektual muda Maybrat, terlebih khusus Aifat Raya, sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di wilayah Aifat Timur, terutama di Distrik Aifat Timur Tengah, tepatnya di Kampung Aifam. Kemarin malam terjadi peristiwa penembakan yang dilakukan oleh oknum TNI,” ujar Ronal.

Menurut Ronal, keberadaan aparat keamanan semestinya memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat. Ia menilai tindakan penembakan terhadap warga sipil merupakan persoalan serius yang perlu mendapat perhatian dan penanganan secara menyeluruh.

“Selaku intelektual, kami sangat prihatin. Seyogyanya aparat TNI yang datang untuk mengamankan situasi kamtibmas di Kabupaten Maybrat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sebaliknya, terjadi aksi yang menurut kami tidak manusiawi,” katanya.

Ronal menilai penembakan terhadap warga yang sedang menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak dapat dibenarkan apabila mereka bukan pihak yang menjadi sasaran operasi keamanan.

“Penembakan yang dilakukan tidak tepat pada sasaran atau oknum-oknum yang menjadi target TNI-Polri, malah menyasar masyarakat sipil yang berdomisili di kampung dan sedang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kebutuhan rumah tangga dan keluarga,” tegasnya.

Ia menilai peristiwa tersebut perlu ditangani secara serius oleh seluruh jajaran terkait, mulai dari tingkat kabupaten hingga pemerintah provinsi dan pusat. Ronal juga meminta adanya evaluasi terhadap tindakan aparat di lapangan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Dengan adanya proses ini, sangat disayangkan. Kami menilai aparat TNI gagal melindungi masyarakat. Kami minta dengan tegas kepada jajaran TNI-Polri, mulai tingkat kabupaten, provinsi sampai pusat, agar proses ini ditanggapi dengan baik sehingga ke depan jangan sampai terjadi lagi penembakan secara brutal terhadap masyarakat sipil,” ungkapnya.

Selain meminta penanganan terhadap kasus tersebut, Ronal mengajak seluruh elemen masyarakat Maybrat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta seluruh komponen masyarakat diminta bergandengan tangan dengan pemerintah dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.

“Maybrat ini situasinya sudah seperti ini. Saya pikir kita sama-sama menjaga kondisi ini. Saya mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan semua elemen untuk bergandengan tangan dengan pemerintah supaya kita menertibkan situasi di Kabupaten Maybrat sehingga tercipta keadaan yang kondusif,” ajaknya.

Ronal juga meminta Pemerintah Kabupaten Maybrat memberikan perhatian kepada para korban, terutama terkait penanganan dan kebutuhan mereka setelah mengalami luka akibat insiden penembakan tersebut.

“Kami minta juga kepada Bapak Bupati dan jajaran agar menindaklanjuti proses ini serta melihat para korban yang terkena salah tembak dari anggota TNI-Polri, sehingga mereka bisa mendapatkan penanganan dan perhatian dari pemerintah daerah,” pungkasnya.

Ia berharap peristiwa tersebut dapat ditangani secara transparan dan sesuai ketentuan hukum, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak dalam menjaga keamanan masyarakat di Kabupaten Maybrat.

Pewarta: Charles Fatie

Loading

Facebook Comments Box