Detikpapua.Dogiyai- Di bawah terik matahari, debu, dan hujan, Mama-Mama pasar Papua tetap bertahan menjual hasil kebun mereka di pinggir jalan pada jumat,24 Juli 2026.
Pemandangan ini masih terlihat di sepanjang kawasan Pasar Tokapo hingga Kantor Keuangan Kabupaten Dogiyai.
Melihat kondisi tersebut, hati terasa berat. Mama-Mama Papua duduk beralaskan tanah, menjajakan sayur, ubi, rica, pisang, kacang tanah, dan berbagai hasil kebun lainnya. Semua itu merupakan buah dari kerja keras dan usaha yang jujur. Mereka tetap melayani pembeli dengan senyum, meski kehidupan tidak selalu berpihak kepada mereka.
Hingga hari ini, masih banyak Mama mama pasar Papua yang belum memiliki tempat berjualan yang layak. Bukan karena mereka malas atau tidak mampu, melainkan karena akses terhadap fasilitas yang memadai masih menjadi harapan.
Mama-Mama pasar Papua tidak meminta kemewahan. Mereka hanya membutuhkan tempat berjualan yang bersih, teduh, aman, dan manusiawi.
Dari hasil jualan itulah mereka menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mempertahankan kehidupan.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan seharusnya juga memberi perhatian kepada para pelaku ekonomi kecil, terutama Mama-Mama Papua yang setiap hari menghidupi keluarga dari hasil kebun mereka.
Hormatilah Mama pasar Papua. Hormatilah hasil kebun mereka. Sebab selama Mama masih menjaga tanah, sesungguhnya Mama sedang menjaga kehidupan Papua.
Tekad Sa Yes_Goo
![]()

More Stories
Konferensi IV GKII Daerah Baliem Tengah Resmi Dibuka, Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya Tekankan Kemitraan Strategis
GKII Baliem Tengah Gelar Konferensi IV, Pemkab Jayawijaya Tekankan Peran Strategis Gereja dan Perdamaian
Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire Dorong Generasi Muda Papua Tengah Cerdas, Nasionalis dan Kreatif