DETIKPAPUA.COM : Wamena – Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menetapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat mulai 10 April 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk efisiensi sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.
Keputusan tersebut diumumkan usai rapat virtual bersama Kementerian Dalam Negeri, Selasa (7/4), yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan diikuti Penjabat Sekda Wasuok Demianus Siep, Asisten II Elai Giban, serta pimpinan OPD.
John Tabo menjelaskan, pola kerja ASN diubah menjadi empat hari di kantor dan satu hari dari rumah. Jumat ditetapkan sebagai hari WFH dan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
“Mulai 10 April, kita kerja empat hari di kantor, satu hari dari rumah. Setiap Jumat WFH,” ujar John Tabo.
Kebijakan ini akan diterapkan hingga ke kabupaten dan kota. Pemprov memastikan aturan berjalan seragam sesuai instruksi pusat. Meski WFH, layanan publik diminta tetap normal, terutama dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kita tidak boleh tinggalkan tanggung jawab. Pelayanan harus tetap jalan,” tegasnya.
Pejabat struktural, khususnya eselon II dan III, tetap diwajibkan masuk kantor setiap Jumat untuk menjaga koordinasi dan memastikan pekerjaan tetap terkendali.
Selain itu, Pemprov Papua Pegunungan memastikan kondisi anggaran sudah siap. Laporan pembiayaan telah rampung, dan dana Otonomi Khusus (Otsus) dijadwalkan mulai masuk pekan ini.
“Laporan sudah clear. Minggu ini dana Otsus masuk, minggu depan program mulai jalan,” kata John Tabo.
Ia berharap program pembangunan segera bergerak dan pelayanan ke masyarakat makin terasa. Aktivitas ekonomi juga diharapkan ikut terdorong. Pemprov akan terus memantau pelaksanaan WFH di seluruh wilayah dan melakukan evaluasi agar kebijakan ini tidak mengganggu layanan publik sekaligus menekan penggunaan energi. (Red)
![]()

More Stories
Raker Alumni IMPT Manokwari Papua Tengah Digelar, Fokus Reuni Akbar 2028
Jhoni Kobogau, S.E , MM Anggota Legislatid DPR Provinsi Papua Tengah: Menitipkan Jerit Rakyat di Meja Kuasa, Sebuah Diplomasi Hati untuk Intan
7 Siswa SD Impres Oyehe Nabire Sakit Usai Konsumsi MBG, Sempat Dirawat—Muncul Dugaan Keracunan vs Alergi Udara