24 Januari 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Gubernur Meki Nawipa “Pemerintah Provinsi Papua Tengah Dorong Kualitas Guru Lewat Program PPG”

NABIRE, detikpapua— Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya melalui penguatan kualitas tenaga pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan lewat Program Pendampingan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Tahap III dan PPG Daerah Khusus bagi wilayah yang mengalami keterbatasan akses internet.

Hasilnya, sebanyak 801 guru di Papua Tengah dinyatakan lulus 100 persen. Capaian ini merupakan buah kerja sama antara Pemprov Papua Tengah dan Yayasan Masyarakat SM-3T Institute sepanjang Tahun 2025.

Keberhasilan tersebut dirayakan dalam kegiatan tatap muka yang dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah bersama perwakilan guru se-Provinsi Papua Tengah, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DPR Papua Tengah, serta perwakilan guru dari delapan kabupaten. Acara berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan laporan program, sebanyak 519 guru lulus PPG Tahap III kategori guru tertentu, sementara 282 guru lainnya berasal dari PPG Daerah Khusus. Para guru ini berhasil menyelesaikan program pendampingan meskipun harus menghadapi tantangan berat, mulai dari keterbatasan jaringan internet hingga kondisi geografis wilayah terpencil.

Dengan kelulusan tersebut, para peserta berhak menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi, dedikasi, dan pengabdian mereka dalam dunia pendidikan.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas guru adalah kunci utama dalam mendorong kemajuan pendidikan di Papua Tengah.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen menghadirkan guru-guru profesional yang mampu memberikan layanan pendidikan bermutu hingga ke wilayah paling terpencil. Kelulusan 801 guru hari ini adalah bukti bahwa investasi pendidikan merupakan investasi masa depan Papua Tengah,” ujar Gubernur Meki Nawipa.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang tetap setia mengabdi di tengah berbagai keterbatasan.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru yang terus berjuang dengan ketulusan dan semangat pengabdian. Pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar peningkatan kompetensi guru dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute, Dr. Akhiruddin, menyebut capaian ini sebagai tonggak sejarah baru dalam perjuangan peningkatan kualitas pendidikan di Papua Tengah dan Tanah Papua secara umum.

Menurutnya, keberhasilan 801 guru bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan ketekunan dan pengorbanan para pendidik yang bertugas di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan sarana.

“Di banyak daerah terpencil, para guru tetap mengajar dengan fasilitas sederhana, menghadapi keterbatasan internet, bahkan harus melintasi medan berat untuk sampai ke sekolah. Namun semangat pengabdian tidak pernah padam. Di situlah nilai sejati seorang pendidik terlihat,” ungkap Dr. Akhiruddin.

Ia menjelaskan bahwa program pendampingan PPG tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Program ini mencakup pelatihan literasi teknologi, pendampingan akademik, hingga penguatan penyusunan perangkat pembelajaran.

“Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk menghadirkan perubahan nyata di sekolah dan komunitas pendidikan,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Dr. Akhiruddin berpesan agar para guru yang telah lulus tetap rendah hati, terus belajar, dan menjadikan kelulusan sebagai amanah pengabdian.

“Bapak dan Ibu guru adalah pahlawan pendidikan dan ujung tombak masa depan daerah ini. Mari terus menjaga semangat pelayanan demi martabat manusia dan tanah Papua,” tutupnya.

Pemprov Papua Tengah menegaskan, program peningkatan kapasitas guru akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Papua Tengah.(Red)

Loading

Facebook Comments Box