12 Maret 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Detikpapua.com : Wamena – Anggota DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan pentingnya inisiatif pembangunan Lumbung Pangan Lokal di Tanah Papua. Menurutnya, pemerintah daerah belum memiliki rencana nyata pengembangan budidaya pangan lokal sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Lumbung Pangan Lokal ini sangat relevan untuk Papua Tengah, terutama dalam memperkuat kemandirian pangan berbasis potensi lokal seperti sagu, ubi, keladi, dan perikanan,” kata Gobai kepada media, Kamis (12/2).

Ia menekankan, konsep tersebut tidak hanya sebatas budidaya, tetapi harus dikembangkan menjadi ekosistem industri pangan lokal dari hulu hingga hilir. “Dengan begitu, masyarakat memperoleh nilai tambah ekonomi yang nyata,” ujarnya.

Gobai menilai pengembangan pangan lokal memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan bergizi. Di Tanah Papua, pangan lokal meliputi ubi, keladi, sagu, gumbili, pokem, sayur, buah, babi, kepiting, udang, dan ikan.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain penyiapan lahan minimal 10 hektar, penyediaan alat pertanian modern, budidaya pangan lokal, pembinaan produksi dan pascapanen, serta pemasaran hasil olahan.

Pada kunjungan ke areal sawit PT Nabire Baru di Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire, Selasa (10/2), Gobai melihat rumpun sagu seluas 7 hektar yang belum terurus. Dalam diskusi dengan pihak perusahaan, ia mendorong kolaborasi antara swasta, masyarakat, dan pemerintah untuk membangun industri kecil pengolahan sagu.

“Rumpun sagu di Wanggar sangat strategis jika dijadikan pilot project kemitraan swasta–masyarakat–pemerintah. Jika dirumuskan dalam Renstra Daerah dan RPJMD, serta didukung kebijakan pangan lokal provinsi, program ini bisa menjadi gerakan nyata kedaulatan pangan Papua Tengah,” tegasnya. (Red)

Loading

Facebook Comments Box