Detikpapua.com : Wamena, Suasana sempat memanas di halaman Kantor Dinas PUPR Papua Pegunungan, Hom-Hom, Kabupaten Jayawijaya, saat Forum Pengusaha Orang Asli Papua (FP-OAP) menyampaikan aspirasi mereka terkait kebijakan proyek dan pengadaan barang dan jasa. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.30 WIT itu bukanlah aksi demonstrasi, melainkan bentuk penyampaian aspirasi secara tertulis kepada pihak dinas.
Ketua FP-OAP, Irius Wenda, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk memicu konflik, melainkan untuk mendukung program kerja Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, dan Wakil Gubernur Ones Pahabol, khususnya dalam masa 100 hari kerja yang kini memasuki bulan kelima.
“Kami datang bukan untuk demo, tapi menyampaikan aspirasi secara tertulis kepada Kepala Dinas dan Kepala Bidang terkait proyek lelang, padat karya, irigasi, dan lainnya. Kami ingin sistem ini berjalan sesuai mekanisme Undang-Undang Presiden Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang dan Jasa secara elektronik,” ujar Wenda.
Ia juga menyoroti pentingnya kesetaraan hak bagi pengusaha OAP dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, FP-OAP telah menunjuk tiga perwakilan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas dan mendukung kepemimpinan daerah.
“Kami sayang Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Maka dari itu, apapun agendanya, kami tetap kawal program dengan cara kami sebagai pengusaha. Kami ingin melawan sistem yang hanya menguntungkan satu dua orang dalam proyek lelang dan birokrasi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris FP-OAP, Serianus Lokobal, mengajak Forum Peduli Pembangunan Papua Pegunungan (FPP-PP) untuk duduk bersama dan berkolaborasi demi kemajuan bersama.
“FPP-PP juga bagian dari anak asli Papua. Kita harus bersatu membangun sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di lingkungan pemerintahan Papua Pegunungan,” kata Lokobal.
Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaboratif dan komitmen FP-OAP dalam mengawal pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, serta menjaga integritas kepemimpinan di Papua Pegunungan. (Red).
![]()

More Stories
GKII Baliem Tengah Gelar Konferensi IV, Pemkab Jayawijaya Tekankan Peran Strategis Gereja dan Perdamaian
Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire Dorong Generasi Muda Papua Tengah Cerdas, Nasionalis dan Kreatif
Atasi Dampak Konflik Sosial, BPBD Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Logistik untuk Pengungsi Suku Lani di Heloima Wamena