Mimika, detikpapua; – Papua Tengah resmi mencatat sejarah baru di sektor kelautan dan perikanan dengan dimulainya ekspor perdana komoditas hasil laut ke pasar internasional. Pelepasan tiga kontainer hasil tangkapan nelayan dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, di Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Poumako, Kabupaten Mimika, Selasa (30/6/2026).
Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri perikanan di Papua Tengah sekaligus menandai dimulainya langkah besar pemerintah daerah dalam membangun ekonomi berbasis sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa ekspor perdana ini bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan awal dari upaya menjadikan Papua Tengah sebagai salah satu pusat ekonomi biru di Indonesia.
“Ekspor ini adalah awal perjalanan. Ke depan kita ingin hasil laut Papua Tengah semakin dikenal dunia dan semakin banyak Orang Asli Papua menjadi pelaku utama dalam industri perikanan,” ujarnya.
Menurut Meki, sektor kelautan memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi nelayan, perluasan akses permodalan, serta pembangunan kemitraan dengan berbagai pelaku usaha.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada nelayan lokal, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan menyalurkan 10 unit kapal penangkap ikan lengkap dengan mesin kepada nelayan berprestasi, terutama dari kalangan Orang Asli Papua (OAP). Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kapasitas usaha masyarakat.
Keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bea Cukai, Karantina, PSDKP, TNI-Polri, koperasi nelayan hingga pelaku usaha perikanan.
PPI Poumako sendiri kini berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan di kawasan timur Indonesia. Pelabuhan tersebut melayani ratusan kapal perikanan dan didukung kawasan pengembangan yang menjadi fondasi penguatan industri perikanan modern di Papua Tengah.
Berdasarkan data tahun 2025, produksi ikan yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Poumako mencapai sekitar 3,1 juta kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp28,9 miliar. Capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan sektor perikanan apabila didukung infrastruktur dan sistem logistik yang memadai.
Untuk memperkuat daya saing produk perikanan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan pelabuhan perikanan modern di Nabire, penyediaan fasilitas cold storage, pengembangan sistem cold chain, serta peningkatan standar mutu produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Melalui langkah tersebut, Pemprov Papua Tengah berharap sektor perikanan tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperluas pasar komoditas lokal, dan memperkuat posisi Papua Tengah sebagai salah satu kawasan ekonomi biru yang berkembang di Indonesia. (*)
![]()

More Stories
Gubernur Meki Nawipa Pimpin Taptu dan Pawai Obor, Semangat Kemerdekaan Membara di Papua Tengah
Uskup Hilarion Ajak Umat Berdoa untuk Perdamaian Maybrat di Tengah Situasi Memprihatinkan
Menteri HAM Natalius Pigai Tiba di Nabire, Dijadwalkan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI