15 September 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Dukung Program Gubernur Meki Nawipa, Dinkes Papua Tengah Perkuat Integrasi Layanan Primer

NABIRE, DETIKPAPUA.COM | Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih mudah, terintegrasi, dan berkualitas.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) bagi petugas dan pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Kabupaten Nabire., pada jumat 7 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, khususnya dalam memperkuat sektor kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat di delapan kabupaten di Papua Tengah.

Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obet Tekege, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Obet menyampaikan bahwa Integrasi Layanan Primer merupakan bagian penting dari transformasi kesehatan yang perlu diperjuangkan bersama.

Ia menjelaskan, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan harus didukung dengan penguatan kapasitas tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas.

“Integrasi layanan primer ini merupakan bentuk transformasi yang sama-sama harus kita perjuangkan. Tujuannya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Obet.

Menurut Obet, Provinsi Papua Tengah memiliki sekitar 150 Puskesmas yang tersebar di delapan kabupaten. Jumlah tersebut membutuhkan dukungan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan pemahaman yang baik mengenai sistem pelayanan kesehatan terintegrasi.

Karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berupaya meningkatkan kapasitas aparatur dan tenaga kesehatan agar nantinya dapat berperan sebagai fasilitator sekaligus mendukung pembinaan di tingkat Puskesmas.

“Kami di dinas provinsi ini sebagai supervisor. Kita tingkatkan ilmu sebanyak-banyaknya sehingga ilmu itu yang kita harapkan bisa digunakan untuk pembinaan dan pengawasan di Puskesmas maupun delapan kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah,” jelasnya.

Ia berharap peserta tidak hanya mengikuti workshop sebagai formalitas, tetapi benar-benar memahami setiap materi yang diberikan narasumber untuk kemudian diterapkan dalam pelaksanaan tugas.

Workshop yang berlangsung selama 10 hari tersebut tidak hanya membahas konsep Integrasi Layanan Primer, tetapi juga memperkuat aspek manajemen, tata kelola, pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan.

Obet menilai pencatatan dan pelaporan menjadi salah satu bagian penting yang masih perlu diperkuat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di daerah.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menargetkan hasil workshop tersebut tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan hingga ke Puskesmas dan tenaga kesehatan di delapan kabupaten.

Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi modal dalam melakukan pembinaan, pendampingan, serta pengawasan terhadap implementasi Integrasi Layanan Primer di daerah.

Obet juga mengungkapkan bahwa kegiatan lanjutan akan kembali dilaksanakan pada September 2026 dengan melibatkan peserta lainnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas penguatan kapasitas tenaga kesehatan.

“Kami akan melanjutkan kegiatan ini pada bulan September. Ini bagian dari proses untuk memperkuat kapasitas teman-teman agar pelaksanaan integrasi layanan primer dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.

Penguatan Integrasi Layanan Primer tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan memastikan masyarakat memperoleh akses kesehatan yang lebih baik.

Melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan, perbaikan tata kelola, serta sistem pencatatan dan pelaporan yang lebih baik, pemerintah daerah berharap pelayanan kesehatan di Papua Tengah semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Obet kemudian menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelatihan Kesehatan Makassar, para narasumber, panitia, serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop dengan serius dan membawa pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

“Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Workshop Integrasi Layanan Primer bagi petugas atau pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah secara resmi kami buka,” pungkas Obet.(*)

Loading

Facebook Comments Box