FAKFAK – Polemik dan dualisme kepengurusan PSSI Kabupaten Fakfak yang sempat menghambat organisasi sepak bola akhirnya menunjukkan tanda-tanda mereda. Langkah tegas Asprov PSSI Papua Barat membatalkan SK kepengurusan 2023–2027 sekaligus menunjuk Piter Letsoin sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Askab PSSI Fakfak menjadi titik balik stabilisasi organisasi.
Asprov PSSI Papua Barat menegaskan bahwa penunjukan Letsoin adalah upaya pemulihan organisasi agar roda kepengurusan kembali berjalan sesuai statuta, termasuk memastikan kesiapan Kongres PSSI Fakfak yang dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua Desember 2025. Kongres tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, bersama Ketua PSSI Papua Barat, Faisal Kelian.
Sikap Semuel Lesnussa, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur paling vokal dalam polemik kepengurusan, kini tampak melunak. Setelah sempat menyoroti keputusan Asprov terkait status kepengurusan 2023–2027, Semuel menyampaikan bahwa dirinya tidak bermaksud melawan keputusan organisasi dan tetap menghormati kewenangan Asprov.
“Hari ini Ketua PSSI Provinsi memiliki kewenangan. Jika beliau berpendapat lain meski berbeda dengan statuta, silakan jalankan,” ujarnya kepada salah satu media di Fakfak, Jumat, 28 November 2025.
Semuel menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang berhadap-hadapan dengan Asprov, melainkan memperjuangkan kepastian organisasi dan keberlanjutan pembinaan sepak bola di Fakfak.
“Kami tetap menghormati Ketua PSSI Provinsi dengan seluruh keputusannya, meski SK kepengurusan kami sudah dibatalkan. Yang kami perjuangkan adalah agar kompetisi berjalan dan pembinaan terus berkesinambungan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk lebih mengedepankan komunikasi dan persaudaraan.
“Di Fakfak ini ada filosofi sederhana: semua masalah bisa selesai kalau kita duduk bersama dan minum kopi mehak,” ujarnya.
Dalam percakapan grup WhatsApp Mataradar, Semuel bahkan secara terbuka menyatakan dukungan kepada PLT Piter Letsoin untuk memimpin persiapan menuju kongres.
“Saya serahkan saja ke Kaka PL (Pieter Letsoin). Biar saya urus Asosiasi Sepak Bola Wanita saja,” tulisnya menjawab pertanyaan anggota grup.
Ia menambahkan bahwa sudah banyak figur yang siap tampil pada kongres nanti. “Yang mau calon Ketua PSSI Kabupaten sudah banyak. Jadi saya serahkan ke Kaka-Kaka dan Abang-Abang yang pas untuk urus PSSI Fakfak,” ujarnya.
Pernyataan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa dualisme kepengurusan yang sempat mencuat kini perlahan memudar. Klaim kepengurusan alternatif pun semakin kehilangan pijakan.
Seiring mengerucutnya dukungan kepada struktur resmi yang dipimpin Letsoin, konsolidasi organisasi mulai berjalan lebih kondusif. PLT Askab telah melakukan pendataan ulang klub, penertiban administrasi, hingga persiapan kongres sesuai ketentuan statuta.
Asprov PSSI Papua Barat berharap kongres Desember mendatang menjadi momentum penyatuan, mengakhiri polemik berkepanjangan, serta melahirkan kepengurusan definitif yang kuat dan legitim.
![]()

More Stories
KONI Nduga Gelar Musorkab, Bupati Beon : Harus Ada Atlit Dari Nduga Yang Muncul Di PON XXI NTT-NTB 2028
Wamena United vs Persigubin: Babak Pertama Masih Tanpa Gol
Bupati Jayawijaya Ajak ASN Berdoa Demi Perdamaian Dunia dan Tegaskan Realisasi DPA