12 Maret 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Dua Insiden Tenggelam di Kota Jayapura Telan Tiga Korban Jiwa, Kapolresta Imbau Warga Waspada Ombak

Jayapura, detikpapua – Duka menyelimuti Kota Jayapura. Dalam kurun waktu dua hari berturut-turut, dua peristiwa tenggelam terjadi di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026 sekitar pukul 11.35 WIT di kawasan Pantai Base’G bagian kiri, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara. Dua mahasiswa, Virgo (28) dan Charles (22), dilaporkan tenggelam saat berenang.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, keduanya awalnya berenang seperti biasa. Namun tak lama kemudian, arus kuat menyeret salah satu korban. Upaya penyelamatan yang dilakukan rekannya justru berujung tragis ketika keduanya sama-sama terseret dan tenggelam.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Direktorat Polairud Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, Polsek Jayapura Utara, serta Basarnas Kota Jayapura segera melakukan pencarian. Charles ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sore harinya. Sementara Virgo ditemukan keesokan harinya, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 15.10 WIT, sebelum dievakuasi ke RS Bhayangkara Tk. III Jayapura.

Belum reda duka tersebut, insiden kedua terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026 sekitar pukul 12.20 WIT di kawasan Pantai Holtekamp Kilometer 11, Distrik Abepura. Seorang pria bernama Kaibu (58) meninggal dunia setelah terseret ombak saat berusaha menyelamatkan seorang anak yang lebih dahulu terbawa arus.

Korban sempat dilarikan keluarga ke Rumkital dr. Soedibjo Sardadi Jayapura, namun berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, membenarkan dua kejadian tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban.

“Benar, dalam dua hari ini terdapat dua kejadian laka laut di wilayah Kota Jayapura yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar kasus tenggelam dipicu gelombang tinggi dan arus kuat yang tidak diperhitungkan oleh para pengunjung pantai. Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata di kawasan pesisir.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum berenang. Jangan memaksakan diri, utamakan keselamatan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, jajaran Polresta melalui Satuan Polairud terus meningkatkan patroli di wilayah perairan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memasang papan peringatan di titik-titik rawan.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keindahan pantai juga menyimpan risiko. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan menjadi kunci agar momen rekreasi tidak berubah menjadi duka mendalam.(Red)

Loading

Facebook Comments Box