9 September 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Dinkes Papua Tengah Evaluasi Implementasi ILP di 8 Puskesmas Lokus

DETIKPAPUA.COM | NABIRE, — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) pada delapan Puskesmas lokus yang tersebar di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

 

Monev dilaksanakan pada 26–29 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan pelaksanaan ILP berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chan, dan dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Yan Tenouye, S.KM.

 

Monev ini merupakan tindak lanjut dari On the Job Training (OJT) ILP yang sebelumnya telah dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah pada awal 2026.

 

Melalui kegiatan evaluasi di lapangan, Dinas Kesehatan ingin memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tenaga kesehatan melalui OJT benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di Puskesmas.

 

Selain itu, Monev dilakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana konsep dan mekanisme ILP telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, kesenjangan, serta kebutuhan penguatan di masing-masing wilayah.

Delapan Puskesmas yang menjadi lokus Monev tersebar di delapan kabupaten, yakni Puskesmas Topo, Puskesmas Wanggar, Puskesmas Moanemani, Puskesmas Wahgete, Puskesmas Enarotali, Puskesmas Bilogai, Puskesmas Sinak, dan Puskesmas Mulia.

 

Pemilihan delapan lokus tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pelaksanaan ILP dengan karakteristik wilayah dan kondisi pelayanan kesehatan yang beragam di Papua Tengah.

 

Dalam pelaksanaannya, tim Monev melihat berbagai aspek, mulai dari pelayanan berdasarkan siklus hidup, integrasi layanan, tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pencatatan dan pelaporan, hingga keterlibatan masyarakat.

 

Evaluasi ini juga menjadi sarana untuk memastikan implementasi ILP berjalan sesuai kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Integrasi Layanan Primer menjadi salah satu upaya penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama agar lebih mudah diakses, berkualitas, terintegrasi, dan berkesinambungan.

Melalui pendekatan tersebut, Puskesmas diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan yang menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat secara aktif berdasarkan kebutuhan kesehatan sepanjang siklus hidup.

 

Hasil Monev selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi bersama antara Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten, dan Puskesmas.

 

Dari hasil tersebut akan disusun rekomendasi dan strategi tindak lanjut untuk memperkuat sekaligus memperluas implementasi ILP di seluruh Puskesmas di Papua Tengah.

 

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berharap penguatan ILP dapat menghadirkan pelayanan kesehatan primer yang semakin dekat dengan masyarakat, mudah dijangkau, bermutu, terintegrasi, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.(*)

Loading

Facebook Comments Box