DETIKPAPUA.COM : Wamena – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Rudi Aibesa, menekankan pentingnya membangun kerja sama dengan seluruh staf senior guna mencegah persoalan internal khususnya terkait masalah finansial yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Penekanan tersebut disampaikan usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Jayawijaya kepada tiga Plt Kepala Puskesmas baru untuk wilayah Yalengga, Masafak, dan Bolakme di Wamena.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Rudi Aibesa, menyerahkan Surat Keputusan (SK) penunjukan kepada tiga Plt Kepala Puskesmas untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan fasilitas kesehatan di Puskesmas Yalengga, Puskesmas Masafak, dan Puskesmas Bolakme. Penunjukan ini dilakukan untuk memastikan roda pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah kekosongan pejabat definitif.
Rudi Aibesa menyampaikan bahwa para Plt Kepala Puskesmas memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas pelayanan harian sekaligus memastikan program kesehatan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berjalan dengan baik.
“Harapan saya kepada mereka, bisa meningkatkan pelayanan yang ada di puskesmas serta menjalankan program pemerintah daerah untuk menjawab visi dan misi Bupati Jayawijaya,” ujar Rudi di Wamena, Kamis (20/8/2026).
Ia menggarisbawahi pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi yang harmonis dengan seluruh tenaga kesehatan yang sudah lama bertugas di masing-masing wilayah kerja agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun kecemburuan sosial.
“Yang paling utama adalah membangun kerja sama dengan seluruh staf yang sudah bekerja bertahun-tahun. Jangan sampai ada persoalan internal yang mengganggu pelayanan, terutama terkait masalah finansial yang sering menjadi sumber persoalan,” tegasnya.
Selain menjaga pelayanan dasar, Rudi juga mendorong para pimpinan baru untuk menciptakan berbagai inovasi agar masyarakat semakin aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan, salah satunya melalui program pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya deteksi dini.
“Masyarakat harus mau datang memeriksa kesehatan, bukan hanya ketika sudah sakit. Dengan pemeriksaan lebih awal, penyakit bisa diketahui dan ditangani lebih cepat,” kataya.
Penunjukan pimpinan baru ini disambut positif oleh jajaran staf dan masyarakat setempat. Pasalnya, kekosongan pimpinan yang berlangsung selama lima hingga enam bulan terakhir sempat menghambat sejumlah urusan administrasi dan pelayanan di puskesmas.
“Khususnya para pegawai dan staf di puskesmas, selama sekitar lima sampai enam bulan ada beberapa urusan administrasi dan pelayanan yang terhambat karena tidak ada pimpinan yang bertanggung jawab,” ungkap Rudi.
Melalui penunjukan ini, Dinas Kesehatan Jayawijaya berharap kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas dapat kembali berjalan efektif serta berkontribusi dalam menekan angka kesakitan dan kematian di wilayah Kabupaten Jayawijaya. (Red).
![]()

More Stories
Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV/AIDS, KPA Papua Pegunungan Gelar Kunjungan Kerja Perdana ke Jayawijaya
Menuju Pelantikan Usai Terima SK, KPA Papua Pegunungan Tegaskan Kerja Kolaborasi Selamatkan Manusia
Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Mamteng Kolaborasi Dorong Komoditas Lokal Lewat Panen Raya