Detikpapua.com : Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, menemukan tidak adanya aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Moai, Distrik Hubikosi, saat kunjungan lapangan pada Sabtu (31/1/2026).
“Saya temukan kepala sekolah berserta seluruh guru kelas tidak masuk untuk mengajar pada anak didik,” kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Lerius Tabuni, melalui pesan elektronik kepada media.
Dia mengatakan, dalam kunjungan sekitar pukul 09:30 WIT itu, ia menyaksikan sebagian murid bermain bola di halaman sekolah, sementara lainnya duduk di teras menanti kehadiran guru yang tak kunjung datang.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap warga negara, terutama anak-anak yang sedang dalam usia sekolah. Karena itu, ia menyesalkan kelalaian kepala sekolah dan para guru dalam menjalankan tugas.
Tabuni menambahkan, pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah dan guru untuk dimintai keterangan terkait ketidakhadiran mereka.
“Kondisi seperti ini tidak dapat saya tolerir. Kepala sekolah dan guru memiliki tanggung jawab besar terhadap pendidikan anak-anak kita. Saya akan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab ketidakhadiran mereka dan mengambil tindakan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Moai, Alex Kossay, saat dikonfirmasi Minggu (1/2/2026) mengatakan dirinya sedang menjalani perawatan karena sakit sejak Desember lalu, sehingga belum bisa aktif mengajar. Ia juga mengaku tidak mengetahui alasan para guru lain tidak hadir di sekolah.
“Saya sakit dari bulan Desember tanggal 25 sampai sekarang. Guru-guru semuanya sehat-sehat saja tapi saya tidak tahu faktor apa guru tidak aktif ke sekolah karena tidak ada laporan dan tidak ijin,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan akan melakukan evaluasi setelah kondisi kesehatannya membaik agar proses belajar mengajar kembali berjalan normal.
Untuk diketahui, SD Inpres Moai yang berada di Distrik Hubikiak merupakan salah satu distrik terdekat dari Wamena Kota. Infrastruktur jalan, komunikasi, dan fasilitas lainnya seharusnya tidak menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar di sekolah tersebut. (Red).
![]()

More Stories
Launching Administrasi Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 Dimulai
Dinsos Maybrat Salurkan Bantuan Kemensos bagi Warga Terdampak Konflik Sosial di Kampung Sori
Bupati dan Wakil Bupati Syukuran Bersama Warga Tailarek, Luncurkan Program Jayawijaya Terang termasuk Rumah Guru dan Kesehatan