21 April 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Foto : Nonince Mimin Umur (14) Meninggal 12 Juni 2025 Tanpa Pertolongan Medis di Hutan.

Delapan Warga Sipil Meninggal di Oksop, GIDI Serukan Penarikan Pasukan dan Akses

DETIKPAPUA.COM : Wamena , –  Gereja Injili di Indonesia (GIDI) menyampaikan data terbaru mengenai delapan warga sipil yang meninggal dunia di Distrik Oksop, Pegunungan Bintang. Dalam laporan resmi, GIDI menyoroti bahwa kematian para korban terjadi akibat konflik bersenjata dan kondisi pengungsian yang buruk sejak akhir 2024.

Foto : Nonince Mimin Umur (14) Meninggal 12 Juni 2025 Tanpa Pertolongan Medis di Hutan.Doc (Dep Hukum dan HAM Gidi)

“Ini bukan sekadar catatan kematian, ini adalah potret darurat kemanusiaan yang terus berlangsung. Kami mendesak negara untuk segera menarik pasukan dari wilayah sipil dan membuka akses kemanusiaan,” ujar Pdt. Jimmy Koirewoa, Ketua Departemen Hukum dan HAM GIDI.

Berikut nama-nama korban meninggal dunia sesuai laporan GIDI per 18 Juni 2025:

– Hef Kasipka (68), seorang hamba Tuhan, diduga diculik dan dihilangkan oleh aparat TNI di Kampung Ngotok Pom pada 5 Maret 2025.
– Paulina Lepki (56), meninggal pada 25 Desember 2024 setelah mengungsi ke hutan.
– Poropina Kalka (69), wafat 7 Januari 2025 akibat kondisi pengungsian yang tidak layak.
– Lokana Sasaka (54), meninggal pada 23 Januari 2025 karena sakit berat di pengungsian.
– Ronal Mimin (20), meninggal pada 10 April 2025 karena tidak mendapat perawatan medis.
– Ateli Mimin (57), wafat pada 8 Februari 2025 dengan riwayat sakit yang tidak tertangani.
– Rastin Mol Peya Mimin (7), meninggal pada 4 Mei 2025 di hutan akibat sakit.
– Nonince Mimin(14), meninggal pada 12 Juni 2025 tanpa pertolongan medis di hutan.

Situasi ini, menurut GIDI, menunjukkan pentingnya pendekatan damai dan berkeadilan dalam penyelesaian konflik Papua.

“Kami menegaskan bahwa konflik tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan bersenjata. Negara harus hadir dengan hati nurani, bukan senjata,” tegas Pdt. Jimmy.

Atas nama keadilan dan martabat manusia, GIDI menyerukan tiga hal utama:

1. Penarikan pasukan militer dari kawasan sipil.
2. Pembukaan akses kemanusiaan dan medis oleh lembaga independen.
3. Perlindungan terhadap warga sipil, khususnya perempuan, anak-anak, dan lansia. (Red).

Loading

Facebook Comments Box