Detikpapua.com : Wamena – Di sebuah pagi yang cerah di Distrik Hubik, Kabupaten Jayawijaya, suasana penuh haru dan sukacita menyelimuti halaman Stasi Petrus Holima. Warga berkumpul, mengenakan pakaian terbaik mereka, menyambut kedatangan seorang tamu istimewa Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo.
Hari itu, Jumat, 7 November 2025, menjadi momen bersejarah. Gubernur John Tabo datang bukan hanya sebagai pemimpin daerah, tetapi sebagai seorang yang menepati janji imannya. Di hadapan para tokoh gereja dan masyarakat, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan Gedung Sosial Ekonomi (Soska) Stasi Petrus Holima sebuah gedung serbaguna yang akan menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan umat.
“Waktu kampanye dulu di lapangan sebelah sini, saya berjanji dalam iman untuk membantu gereja ini,” ujar John Tabo dengan suara penuh keyakinan. “Puji Tuhan, tahun ini kami sudah anggarkan Rp1 miliar di APBD dan hari ini kami serahkan.”
Bantuan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2025, dan menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap pembangunan gereja di wilayah pedalaman. Namun, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan gedung ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah, melainkan buah dari gotong royong masyarakat.
“Masyarakat sudah siapkan bahan bangunan seperti semen dan kayu. Pemerintah hanya menyalurkan sedikit bantuan ini sebagai bentuk perhatian agar pekerjaan Tuhan ini bisa diselesaikan,” tambahnya.
Bagi John Tabo, pembangunan rumah ibadah bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang rasa syukur kepada Tuhan dan tanggung jawab moral untuk menjaga kerukunan di tanah Papua Pegunungan. Ia percaya, jika segala sesuatu dimulai dengan Tuhan, maka berkat dan kedamaian akan menyertai.
Di tengah acara, Alo Hubi, Ketua Stasi Gereja Katolik Stasi Petrus Holima, berdiri dengan mata berkaca-kaca. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian Gubernur.
“Selama tiga bulan ini kami bekerja keras menyusun proposal ke berbagai pihak. Puji Tuhan, pemerintah provinsi merespons dengan cepat,” katanya.
Gedung Soska yang akan dibangun bukan hanya untuk kegiatan gereja. Anak-anak yang selama ini belajar di para-para terbuka akan segera memiliki ruang belajar yang layak dan nyaman. Gedung ini akan menjadi tempat harapan tumbuh, tempat ilmu ditanam, dan tempat iman dipupuk.
Di akhir acara, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas situasi keamanan yang semakin kondusif di Papua Pegunungan. Ia melihatnya sebagai tanda penyertaan Tuhan dalam perjalanan provinsi yang baru terbentuk ini.
Hari itu, di bawah langit biru Wamena, sebuah janji iman ditepati. Dan di tanah yang penuh tantangan, harapan baru mulai dibangun satu batu demi satu batu. (AW).
![]()


More Stories
Disdikpora Dogiyai Resmikan Gedung SD Inpres Pagouda
Mahasiswa Jayawijaya Desak Pemerintah Lanny Jaya dan Yahukimo Tangani Kasus Pembunuhan di Wamena Papua Pegunungan
Mahasiswa dan Masyarakat Paniai Gelar Aksi Jilid II, Tolak DOB, Tambang, dan Militer