DETIKPAPUA.COM : WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama pemerintah pusat bergerak cepat memulihkan kawasan terdampak konflik sosial di Distrik Wouma dan sekitarnya. Langkah nyata ini ditandai dengan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran dan titik pengungsian oleh tim gabungan Pemkab Jayawijaya, Kemenko Polkam, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (1/10/2026).
Peninjauan lapangan yang mencakup Distrik Wouma, Distrik Hubikosi, hingga Distrik Hubikiak tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan kembali permukiman warga yang hangus terbakar, sekaligus menyiapkan pemenuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, menegaskan bahwa kehadiran perwakilan kementerian dan lembaga pusat di tanah Papua menjadi bukti kuat keseriusan negara dalam merespons musibah yang dialami warga.
”Kami sudah meninjau langsung Distrik Wouma, lokasi pengungsian, dan berlanjut ke Distrik Hubikiak. Kehadiran tim Kemenko Polkam, BNPB, dan instansi pusat ini adalah bentuk nyata keseriusan pemerintah untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Atenius di sela-sela peninjauan.
Atenius menekankan bahwa pemerintah tidak ingin proses penanganan berlarut-larut. Kebutuhan mendasar masyarakat akan langsung dijadikan prioritas utama dalam penyusunan program pemulihan.
Dari hasil dialog di lapangan, pemerintah telah menyerap berbagai aspirasi dari warga dan pemuka adat setempat, khususnya terkait kesiapan lahan pemukiman baru.
”Saya bersama tim sudah mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kepala suku serta warga yang bersikap terbuka, menyiapakan lahan, dan menyambut para pengungsi dengan sangat baik,” ungkapnya.
Selain jajaran kementerian, Bupati Jayawijaya turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, TNI, Polri, PLN, serta seluruh pihak yang terlibat aktif sejak penanganan darurat hingga tahap pemulihan.
Ia memastikan, rekonstruksi kawasan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan rumah semata, melainkan penyediaan fasilitas pendukung hidup yang layak secara terpadu.
”Rumah yang dibangun nantinya tidak boleh kosong tanpa fasilitas. Harus langsung dilengkapi sanitasi atau kamar mandi, akses air bersih, dan jaringan listrik. Karena itu, jalan akses dan kebutuhan dasar lainnya sedang kami siapkan beriringan agar masyarakat bisa kembali hidup layak,” jelas Atenius.
Menutup keterangannya, Atenius menggarisbawahi bahwa seluruh rangkaian percepatan pemulihan ini diusung murni demi kemanusiaan dan tanggung jawab negara.
”Ini bukan proyek mencari keuntungan. Negara hadir untuk menolong rakyatnya agar bisa kembali bangkit dan menata kehidupan. Oleh sebab itu, mari kita semua bergotong royong dan mengawal proses pembangunan ini bersama-sama agar berjalan lancar,” pungkasnya.(*)
![]()

More Stories
Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV/AIDS, KPA Papua Pegunungan Gelar Kunjungan Kerja Perdana ke Jayawijaya
Menuju Pelantikan Usai Terima SK, KPA Papua Pegunungan Tegaskan Kerja Kolaborasi Selamatkan Manusia
Pemprov Papua Pegunungan dan Pemda Mamteng Kolaborasi Dorong Komoditas Lokal Lewat Panen Raya