DETIKPAPUA.COM : WAMENA — Arni Deal, S.P., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perserikatan Suku Mek (PSM) Papua Pegunungan oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Kepala Bidang Organisasi Kesbangpol, Petrus Haluk, S.E.,M.Si di Gedung Aithousa Wamena, Sabtu (15/8).

Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan Suku Mek setelah melalui proses legalitas hukum yang panjang di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Organisasi ini secara resmi menaungi dan menjadi wadah pemersatu bagi seluruh masyarakat Suku Mek yang tersebar di tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Yalimo.
Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (H.C.) John Tabo, melalui Petrus Haluk Kabid Organisasi Kesbangpol, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terbentuknya kepengurusan resmi ini. Pemerintah menilai Sumber Daya Manusia (SDM) Suku Mek saat ini telah berkembang pesat dan siap berkontribusi besar bagi pembangunan daerah.
”Saya melihat SDM orang Mek saat ini sudah sangat siap dan tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Tujuan berorganisasi adalah menjaga persatuan satu jalan. Jadi saudara-saudara tidak boleh berpandangan berbeda-beda, tetapi harus berada dalam satu komando supaya suku yang besar ini bisa terus maju dan mengawal pembangunan di Papua Pegunungan,” ujar Petrus Haluk.
Usai dilantik, Ketua Umum DPP Perserikatan Suku Mek, Arni Deal, S.P., menegaskan komitmennya untuk membawa suku Mek ke arah yang lebih solid dan berdaya saing. Ia menyampaikan rasa syukur karena organisasi yang dipimpinnya kini telah memiliki dasar legalitas yang kuat di mata hukum dan negara.
”Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada pemerintah daerah atas pelantikan ini. Hari ini kami dilantik resmi dan sah demi hukum di dalam NKRI. Proses yang kami lewati sangat panjang, bahkan sempat dinamika banding di Kemenkumham, hingga akhirnya nama Perserikatan Suku Mek ini resmi terdaftar dan diakui,” tegas Arni Deal.
Arni juga salah satu Anggota DPR Papua Pegunungan itu menambahkan bahwa pelantikan pengurus pusat ini dilakukan bersamaan dengan pengurus koordinator wilayah (Porwil) di tiga kabupaten. Agenda terdekat kepemimpinannya adalah mengonsolidasikan struktur di tingkat bawah melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) serta menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi pada Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) pertama.
”Setelah pelantikan ini, kami akan menggelar Muswil di masing-masing kabupaten—Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Yalimo—untuk pemilihan kepala suku adat dan pengurus wilayah, yang nantinya juga akan didaftarkan ke Kesbangpol setempat,” jelasnya.
Menanggapi keberagaman latar belakang masyarakat Suku Mek yang terbagi dalam tiga denominasi gereja (GKI, GIDI, dan GJRP), Arni menegaskan bahwa hal tersebut justru menjadi kekayaan dan pembentuk karakter persatuan suku, bukan alasan untuk terpecah belah.
”Bagi kami tiga denominasi itu tidak ada masalah karena itu adalah sejarah masuknya pelayanan gereja di wilayah kami. Walaupun tempat ibadahnya berbeda, tujuan dan wadahnya tetap satu. Kami tetap satu kesatuan dalam ikatan Perserikatan Suku Mek yang utuh dari dulu, sekarang, sampai selamanya,” kata Arni.
Arni merangkul seluruh elemen masyarakat dan para kandidat yang sempat berkontestasi pada kongres sebelumnya untuk berjalan bersama membangun Suku Mek.
”Saya mengajak teman-teman calon lain untuk kita sama-sama bersatu, masuk dalam kepengurusan, dan menyatukan pikiran. Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Suku Mek untuk membesarkan organisasi ini secara berkolaborasi,” tutup Arni Deal. (Red).
![]()

More Stories
Samuel Sauwyar Tokoh Intelektual Sarmi Soroti Penggunaan Dana Otsus di Kabupaten Sarmi
Dana Otsus Belum Cair, Sekda Maybrat: Terlalu Banyak Sistem yang Mengatur
Okto Sineri: Data OAP Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan dan Ketepatan Dana Otsus