DETIKPAPUA.COM : WAMENA – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD II KNPI) Kabupaten Jayawijaya mengutuk keras tindakan represif aparat TNI/POLRI yang menembak anak di bawah umur di Puncak Papua. Ketua KNPI Jayawijaya, Hengky Hilapok, menilai tindakan brutal ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi kejahatan kemanusiaan yang meruntuhkan martabat bangsa.
“Senjata yang dibeli dari pajak rakyat seharusnya melindungi segenap bangsa, bukan dipakai sebagai alat jagal terhadap masa depan anak-anak Papua,” tegas Hengky Hilapok kepada media,Kamis (16/4).
Ia menambahkan, misi aparat untuk mengayomi dan melindungi rakyat hanyalah retorika kosong jika di lapangan justru berperilaku brutal.
“Menembak anak di bawah umur adalah bentuk pengecut paling nyata. Tidak ada alasan operasi atau stabilitas keamanan yang bisa membenarkan peluru bersarang di tubuh seorang anak,” ujarnya.
KNPI Jayawijaya mendesak Panglima TNI dan Kapolri segera memecat serta menyeret pelaku ke pengadilan terbuka. Hengky menegaskan, darah anak Papua yang tumpah adalah duka seluruh pemuda, dan KNPI tidak akan tinggal diam melihat tunas bangsa dibantai oleh mereka yang mengaku pelindung. (Red).
![]()


More Stories
GKII Baliem Tengah Gelar Konferensi IV, Pemkab Jayawijaya Tekankan Peran Strategis Gereja dan Perdamaian
Atasi Dampak Konflik Sosial, BPBD Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Logistik untuk Pengungsi Suku Lani di Heloima Wamena
Bappeda Jayawijaya Kelola Rp290 Miliar Dana Otsus 2026, Sektor Pendidikan Digelontorkan 56 Persen