FAKFAK, detikpapua.com – Sebanyak 920 penumpang tercatat meninggalkan Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menggunakan Kapal Motor (KM) Dorolonda menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Data tersebut disampaikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Fakfak pada Sabtu, 13 Desember 2025, dan merupakan jumlah penumpang on going pada masa peak season mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Pelni Fakfak, Agus Zuldi, mengatakan lonjakan penumpang tersebut terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang hari raya.
“Untuk peak season mudik menjelang Natal dan Tahun Baru dengan KM Dorolonda, penumpang naik on going tercatat sudah mencapai 920 orang,” ujar Agus kepada awak media di Fakfak.
Ia menjelaskan, Pelni terus mengimbau masyarakat agar membeli tiket kapal lebih awal guna menghindari penumpukan penumpang serta memastikan kenyamanan selama perjalanan laut.
Selain KM Dorolonda, Pelni Fakfak juga menyiapkan sejumlah armada lain untuk melayani arus mudik dan balik Nataru, di antaranya KM Sangiang, KM Tatamailau, serta beberapa kapal perintis.
“Kami harapkan masyarakat membeli tiket jauh-jauh hari agar perjalanan lebih tertib, nyaman, dan tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pelni Fakfak juga mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh penumpang agar tidak membawa barang-barang terlarang, khususnya minuman keras (miras), saat menaiki kapal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelni Fakfak, Agus Zulfi Hermawan, kepada majalahkribo.com, Sabtu (13/12/2025).
“Kami sampaikan kepada seluruh penumpang agar tidak membawa barang-barang terlarang ke dalam kapal saat berangkat,” tegasnya.
Ia merinci, barang terlarang yang dimaksud meliputi miras, senjata tajam, hingga hewan dilindungi. Untuk itu, Pelni berkoordinasi lintas sektor guna mengantisipasi pelanggaran selama periode Nataru.
“Khusus miras, ini sangat dilarang keras dan harus menjadi perhatian semua pihak,” katanya.
Agus menambahkan, lonjakan penumpang pada musim libur Natal dan Tahun Baru menuntut kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama pelayaran.
“Kesadaran untuk tertib dan saling menjaga keamanan tentu demi kenyamanan kita semua,” pungkasnya.
![]()

More Stories
Selain Sumber Air Warga, 80 Burung Endemik Papua Hidup di Cagar Alam Fakfak
Pansel Umumkan Tiga Besar JPT Pratama Pemkab Fakfak untuk 13 Jabatan
Honor Wasit Tak Dibayar, Panitia Bupati Cup Fakfak Disebut Sibuk Cari Nama dan Miras