17 Agustus 2026

DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

22 Mei, Hari Bersejarah Masuknya Misi Katolik ke Tanah Papua

DETIKPAPUA.COM : Wamena – Sejarah misi Katolik di Tanah Papua kembali dikaji dalam sebuah seminar yang menghadirkan narasumber dari lima keuskupan serta berbagai ordo yang pernah berkarya di Papua. Seminar ini sukses diselenggarakan berkat dukungan dari awam Katolik, para uskup, dan pastor.

John NR Gobai, yang juga menjadi salah satu narasumber, menyampaikan, “Awal tahun 2023, saya ditunjuk sebagai Ketua Panitia Seminar oleh awam Katolik dari berbagai keuskupan di Jayapura. Seminar ini bertujuan untuk mengkaji sejarah masuknya misi Katolik ke Tanah Papua dan menghadirkan narasumber dari lima keuskupan serta ordo-ordo yang telah berkarya di Papua. Berkat dukungan waktu, tenaga, dan dana dari awam Katolik serta dukungan para uskup dan pastor, acara ini berlangsung sukses.”

Tindak Lanjut Hasil Seminar

Usai seminar, saya berkesempatan bertemu dengan Bapak Paulus Waterpau setelah rapat di DPR RI. Saat itu, beliau menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat. Kami telah berdiskusi dan melobi agar beliau dapat hadir dalam misa di Sekrué, Fakfak, dalam rangka peringatan 129 tahun masuknya misi Katolik ke Tanah Papua.

Selain itu, kami juga mengusulkan agar beliau menandatangani Keputusan Gubernur terkait penetapan hari masuknya Gereja Katolik di Tanah Papua. “Kami meminta agar beliau menandatangani keputusan tersebut, karena Gereja Katolik adalah gereja besar yang memiliki banyak umat,” ujar John NR Gobai. “Beliau menyetujui karena memahami sejarah Gereja Katolik di Papua, terutama karena beliau sendiri berasal dari Fakfak, kampung Werba, yang dekat dengan Sekrué.”

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1894, Pater Le Cocq d’Armanville tiba di Sekrué sebelum melanjutkan karya di Pulau Bonyum, Kampung Brongkendik, Fakfak. Oleh karena itu, perayaan tahun ke-129 masuknya misi Katolik dirayakan di Pulau Bonyum.

“HUT masuknya misi Katolik ke Tanah Papua seperti hari ini mesti bersama dirayakan. Perayaan ini sangat penting untuk kebersatuan sebagai regio Papua,” tegas John NR Gobai.  (AW)

Loading

Facebook Comments Box