DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Polsek Rotim Damaikan Kasus Pelecehan Anak dibawah Umur, Pelaku Bayar Denda Rp.26 Juta

Rote Ndao, DetikPapua.Com : Belum lama ini dihebohkan dengan polsek Rote Timur fasilitasi kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Dedy Teluai yang merupakan pengampu melati (14)
Kronologisnya, Melati (14) -bukan nama sebenarnya- siswi SMP di Rote Timur.

Melati, hamil 5 bulan akibat perbuatan amoral seorang pria beristri dan satu anak, Dedy teluai (30), warga Desa matasio Kecamatan Landu Leko. Atas perbuatannya tersebut Dedy teluain telah dilaporkan ke pihak berwajib karena menolak bertanggungjawab atas perbuatannya.

Setelah mendapat laporan dan memintakan visum, polisi langsung mengamankan Dedy teluain untuk dilanjutkan proses penyidikan, tetapi belum lama ini pelaku dikeluarkan atas permintaan keluarga dan diduga Pelaku membayar denda sebesar 26 juta tupiah,

Kegiatan penyelesaian kasus tersebut terjadi di kediaman MS di Desa Oeledo Pantai Baru. Dengan pertimbangan istri Pelaku dengan mama korban masih bersaudara kandung, sehingga dilaksanakan damai dan denda.

“Acara denda itu dihadiri Kepala Desa Oeledo, Kepala Desa Pukuafu dan Kepala Desa Matasio, serta anggota Polsek Rote Timur (Rotim),” demikian diungkapkan Sumber yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan, Selasa 6 Juli 2021.

Kepala Desa Matasio, Mel Lalai, Kades Oeledo, Ronal Manuk dan Kades Pukuafu, Emi Daik ditemui media ini secara terpisah, 10 agustus 2021 mengaku ketiga kades menjadi saksi, tetapi polisi sudah siapkan berkasnya kami tinggal baca dan tanda tangan, artinya polisi sudah fasilitasi, jadi pelaku tidak dihukum lagi karena sudah bayar denda 26 juta rupiah.

Menurut kades Emi Daik, pelaku membayar denda Rp, 26 juta, dan sapi satu ekor, tujuannya agar kasus tersebut tidak dilanjutkan lagi karena pertimbangan polisi masih berkeluarga

Diberitakan sebelumnya, Kisah pilu yang dialami Melati, berawal saat melati bersekolah di SMP 2 dan tinggal di kediaman Dedy teluain sekitar bulan Mei 2019 lalu.

Akibat perbuatannya Dedy teluain semestinya kini mendekam di sel tahanan polsek Rotim. Karena yang bersangkutan melangar UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Terpisah Kapolsek Rote Timur Iptu Daniel Bessie saat dikonfirmasi wartawan, selasa 6 Juli 2021 mengakui adanya kasus tersebut, tetapi membantah telah dilakukan perdamaian yang dihadiri anggota Polsek Rote Timur dan ketiga kepala desa di kediaman Moses Sina di Desa Oeledo.

“Ia benar ada laporan kasus itu,, tapi ah ah ahh, kami masih proses, Kk jgn kasi naik berita do, Kita punya jgn dulu kk, besok dtg ketemu kita dulu e,” kata dia melalui saluran seluler dan dilanjutkan dengan pesan Whatsapp, (7/7).

(Dance henuk)

Loading

About Author