DETIK PAPUA

Berita Papua Terkini

Legislator Papua: Pemerintah Jangan Paksa Masyarakat yang Tidak Mau Disuntik Vaksin Covid-19

 

JAYAPURA, DETIKPAPUA.comAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Laurenzus Kadepa, meminta kepada pemerintah daerah untuk tidak melakukan cara memaksa kepada masyarakat yang tidak mau disuntik vaksin covid 19. Ungkap kepada wartawan media ini, Kamis (08/7/2021).

Laurenzus Kedepa sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Papua di Parlemen DPR-Papua, pihaknya meminta kepada pemerintah (Daerah) untuk tidak melakukan cara ‘memaksa’ kepada masyakarat yang tidak mau disuntik vaksin Covid-19. Intinya vaksinasi perlu edukasi, sosialisasi (kepada masyarakat) sehingga ada kesadaran bersama. Tidak boleh orang dipaksa-paksa (disuntik vaksin). Diketahui, masyarakat Indonesia di Papua dalam hal vaksinasi Covid-19 tak semuanya sepakat.

Dalam hal itu “Kata Kadepa, perlu edukasi yang dilakukan pemerintah adalah bagaimana solusi terbaik untuk mengambil hati masyarakat dalam menerapkan vaksinasi Covid-19 tersebut dengan baik. Sehingga Perlu ada edukasi supaya ada kerelaan (melakukan vaksinasi itu,” tuturnya.

Menurut Kadepa, Pemerintah Perlu diketahui bahwa masyarakat saat ini dalam ketakutan dengan informasi kejadian orang meninggal dunia setelah disuntik vaksinasi yang viral di TV, sosial media, WhatsApp, dan lainnya. Apakah kejadian-kejadian itu benar atau hoax tetapi sudah menjadi viral sehingga pemerintah harus jujur dan terbuka soal dampak-dampak dari vaksin itu sendiri. Pemerintah jangan seakan memaksakan program vaksinasi kepada masyarakat tanpa edukasi yang baik kepada masyarakat pula.

“Saya Pesan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Papua, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Biak Numfor agar jangan memaksakan rakyat yang tidak mau di suntik. Demi suksesnya Pekan Olahraga Nasional / PON XX di tahun 2021 ini. Masyarakat wajib di suntik vaksin hal itu tidak boleh. Namanya pemaksaan tanpa edukasi akan berdampak buruk,” tegasnya Kadepa Fraksi Nasdem 2 Periode itu.

Pewarta : Hagimuni Dann

Loading

About Author